Top 6 South Tangerang Affiliates: Find Influencers In South Tangerang (August 2026)

We found 6 South Tangerang Affiliates: Find Influencers In South Tangerang
These 6 creators match the South Tangerang Influencers: Find Influencers In South Tangerang search and have posted content containing promo codes or tracking links. These are signals that could indicate affiliate partnerships. Data powered by Modash. Start a free trial to explore creators' brand collaborations.
(Or check out our Brand Collaborations API to get data for your own products and processes.)
14/08/2026
profile picture

1. šæš‘’ įÆ“ā˜…

Indonesia

BA @racertees_201 š’œšµšŸ£šŸ„šŸ„ Endorsement DMšŸ’Œ

Followers
32.5k
Fake followers
26.39%
Engagement rate
16.36%
Average Reel plays
28k
Audience gender
female
59.18%
male
40.82%
Engagement rate benchmark
  • Median
Audience location by country
Indonesia
79.02%
United States
5.3%
Brazil
1.22%
Russia
1.02%
Canada
1.02%
profile picture

2. Ł…Ų­Ł…ŲÆ أربي

Followers
6.3k
Fake followers
-
Engagement rate
3.18%
Average Reel plays
-
Audience gender
No info available
Top performing Reels
No info available
Engagement rate benchmark
No info available
Audience location by country
No info available
profile picture

3. š—¦š—®š—³š—¶š—æš—® š—” š—”š—®š˜€š˜‚š˜š—¶š—¼š—»

Indonesia

dm for business inqšŸ’Œ

Followers
14.2k
Fake followers
14.61%
Engagement rate
3.39%
Average Reel plays
5.4k
Audience gender
female
62.2%
male
37.8%
Engagement rate benchmark
  • Median
Audience location by country
Indonesia
97.56%
Japan
0.39%
Saudi Arabia
0.39%
Norway
0.13%
Russia
0.13%

Running an affiliate program?

When you outgrow your spreadsheets and free tools, try Modash. Find & email creators, track affiliate content, manage codes & links — all in one place.

profile picture

4. Omsul

Indonesia

Cp +62 812-2013-1557 (Mr.X) @vespasss.bsd @sss_bsd

Followers
23.9k
Fake followers
17.54%
Engagement rate
6.26%
Average Reel plays
28.9k
Audience gender
female
48.26%
male
51.74%
Engagement rate benchmark
  • Median
Audience location by country
Indonesia
98.44%
United States
0.31%
United Kingdom
0.25%
Malaysia
0.25%
Turkey
0.25%
profile picture

5. Muhammad Rakha Kautsar

Indonesia

part of @smi.models Business inquiries : +62-81291670582 (Tyo)

Followers
11.9k
Fake followers
12.84%
Engagement rate
4.87%
Average Reel plays
8.3k
Audience gender
female
73.04%
male
26.96%
Engagement rate benchmark
  • Median
Audience location by country
Indonesia
96.41%
United States
0.76%
South Korea
0.57%
India
0.38%
China
0.38%
profile picture

6. Qurrota Ayun Sa'dun

Indonesia

Partner of @kamp_alquran Owner @hanum.gold Writer of Temaram Rembulan

Followers
36.1k
Fake followers
13.53%
Engagement rate
2.34%
Average Reel plays
15.4k
Audience gender
female
76.57%
male
23.43%
Top performing Reels
  1. STRICT TEACHER Bwehehehe. Saya nulis judulnya sambil ngaca. šŸ˜† Jadi pas saya baca DM si embak ini, saya coba menetralkan hati. Khawatirnya nanti jawab sesuai dengan kemauan personal sebagai seorang guru. Semacam: harusnya murid itu begini dan begitu. Maka, sy mengambil jeda cukup lama untuk bisa nulis ini. Agar bisa kembali memposisikan diri. Bahwa sejauh apa pun kita berlari, kita tetaplah murid dari guru-guru kita. Sebagai murid, sadar banget belum mampu hurmat dan kasih yang terbaik. Maka, semoga nasehat ini mengingatkan kita semua kembali. Bahwa hal pertama yang perlu ditanamkan dalam hati kita adalah: Husnudzon terhadap guru. Perkara ringan yang prakteknya butuh perjuangan dan latihan. Lagi-lagi rasa berbaik sangka ini akan lebih mudah jika sejak awal kita sudah klik dan jatuh cinta sama guru. Cinta dalam artian yang luas, jangan disalahpahami lho ya. Awas! Maka dawuh guru kami, Dr. Fudhail "Pencapaian terbesar seorang guru adalah ketika mampu membuat murid jatuh hati padanya dan berikrar dalam hati, 'Aku ingin menjadi seperti dia.'" Karena kalau sudah cinta yang tampak hanya keindahan, semangat mengimitasi tindak lampahnya dan berusaha mendoakan kebaikannya. Nah, ini ada lima nasehat dari guru kami untuk menjadi murid yang baik: 1. Husnudzon terhadap guru 2. Melaksanakan perintah dengan keikhlasan 3. Meninggalkan larangan 4. Hurmat pada guru 5. Mendoakan kebaikan Husnudzon, guru yang berekspetasi tinggi, modelan strict begini, sengaja Allah siapkan supaya kita bener-bener JADI. Gak cuma sekedar jadi-jadian atau pantes-pantesan. Husnudzon. 😁🫶
    1M
  2. 498.1k
  3. KHATAM TAPI MELAYANG Keresahan ini menjamur dimana-mana. Ditambah lagi dengan tuntutan lingkungan yang seakan tidak memahami bahwa menghafal Al-Qur'an tidak bisa ditempuh dengan proses instan. Mereka taunya asal khatam berarti Qur'an berjalan. Ngajinya bisa sambil berkegiatan. Betul? Xixi. Dear Bestie, Masalahmu adalah masalah kita semua. Jadi gak perlu inscure dan merasa sendirian. Mari berjalan bergandengan tangan. Anw, pernah nonton The Maze Runner gak? Kebetulan aku suka film dan buku yang genrenya sci-fic (sains fiksi). Di Film itu beberapa anak terpilih akan diminta berlari mengamati labirin dengan skala besar yang temboknya terus bergerak di setiap malam. Dibutuhkan bertahun-tahun dengan pengamatan intensitas tinggi bagi Runner untuk bisa bikin skema Labirin di film itu. Runner yang baru sehari dua hari ga bakal ngeuh mana tembok yang bergerak, mana jalan buntu, mana jalan yang mengantarkan ke pintu keluar. Runner yang newbie dan baru sekali melewati seluruh labirin akan kerepotan memahami skema yang dirumuskan Runner senior. Demikianlah, kawan. Mengapa yang khatam satu bulan dengan yang khatam 5 tahun (dengan bimbingan yang baik) kualitasnya berbeda? Karena yang satu bulan sekali lewat sambil jalan, sementara yang lima tahun sudah melampaui berkali-kali pengulangan. Dan itu masuk akal sekali. Saya pernah dengar dawuh seorang Syaikh, (lupa namanya, yang tau boleh mention di komen ya) "Kalau kalian menghafal dengan 10 kali pengulangan dan merasa sudah hafal, maka sempurnakanlah pengulangan itu jadi 100 kali." Seratus kali itu banyak dan lama. Jadi konsepnya kayak dzikir aja. Biar lidahnya lentur, pikirannya tertanam, hatinya merindukan. Lha terus kita yang baru 5 kali diulang ngerasa hafal terus pindah ayat, pengen bisa menikmati hafalan sebagaimana beliau-beliau? Yaaa.. belum Maqomnya. Bisa jadi kalau kita tiba-tiba dapat kenikmatan itu justru kita berbangga diri dan tidak mengerti betapa berharganya Al-Qur'an. So, jangan berhenti. Terus berjuang. Terus mengulang-ulang. Al-Qur'an bukan gorengan yang sekali matang langsung bisa dinikmati. Jalan masih panjang, perjuangan kita membentang. #tibatibabercerita #TTBCRamadhan @30haribercerita
    461.6k
Engagement rate benchmark
  • Median
Audience location by country
Indonesia
98.44%
Saudi Arabia
0.73%
Sudan
0.1%
Germany
0.1%
Egypt
0.1%

Frequently asked questions